Rindu Dalam Sejarah

Dunia seakan dipaksa menangis oleh kisah-kisah para perindu yg tragis, saat mereka berdarah-darah oleh suasana hatinya sendiri. Langit-langit hatinya selalu diselimuti mendung yg menggiring hujan. Akhirnya, Gibran berkata dalam sedihnya; “Saya sayap patah”..

Tragis memang sejarah rindu itu di ingat, sekuat rindu yg mematikan itu, mungkin logikamu akan menolak atas peristiwa sejarah rindu yg terjadi, tapi lihatlah seorang pemuda tampan yg bernama Yatsir bin hajjad, saat merindukan seorang wanita yg tak mungkin membalas cintanya, karena wanita yg ia cintai adalah istri tuan rumahnya sendiri.  Tapi itulah adanya rindu yg tak terbalas akan menjadi penyakit yg mematikan. Akhirnya yatsir meninggal dunia dengan semua kehendaknya…

Seperti itu mungkin ketidak berdayaan kata dalam menggambarkan rindu, semua terkapar, dan mulailah disadari dunia tak seindah pada kenyataanya, semua seakan menjadi pembatas penyaluran hasratnya.

__________
Lalu berkatalah kita!! Bahwa rindu kita bukan dari gambaran sejarah pilu itu, rindu kita terbalas oleh kata, laku, dan kepercayaan. Sejarah rindu itu adalah sejarah paling berharga dalam kehidupan kita, Sejarah rindu itu adalah do’a diammu dan diamku yg terhujam dalam rasa ….
#Melankolis 10-10-1993

Oleh : M. Joni Eko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *